Ia meminta para guru tetap menjaga harapan sembari menunggu perkembangan lebih lanjut. Menurutnya, perjuangan melalui jalur kebijakan membutuhkan proses dan komunikasi dengan pihak yang memiliki kewenangan.

Guru Berharap Madrasah Tak Tertinggal

Persoalan pemerataan pendidikan juga disampaikan Jumiah, perwakilan guru madrasah swasta. Ia menyambut baik forum yang mempertemukan para pendidik dengan unsur DPR RI, Kementerian Agama, dan perguruan tinggi karena memberikan ruang untuk menyampaikan kebutuhan madrasah.

Jumiah menilai siswa sekolah umum maupun madrasah sama-sama merupakan anak bangsa yang berhak mendapatkan pendidikan berkualitas. Namun, menurut pengamatannya, masih terdapat perbedaan akses bantuan pendidikan dan fasilitas pembelajaran di lapangan.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Ia berharap akses bantuan bagi siswa madrasah semakin luas sehingga peserta didik yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh manfaat secara optimal.

ADVERTISEMENT

Jumiah juga menyinggung distribusi perangkat pembelajaran digital, termasuk televisi pintar atau smart TV. Menurutnya, madrasah swasta masih membutuhkan kesempatan yang lebih luas untuk mendapatkan dukungan fasilitas serupa.

“Pada dasarnya, murid di sekolah yang berada di bawah naungan dinas dengan murid di madrasah di bawah naungan Kementerian Agama itu sama-sama anak bangsa. Mereka sama-sama berhak mendapatkan pembelajaran yang baik,” demikian inti aspirasi yang disampaikan Jumiah.

Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian melalui fungsi pengawasan dan penganggaran DPR RI. Menurutnya, madrasah swasta memiliki kontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membentuk karakter religius peserta didik.