MADURA SATU | SAMPANG – Persoalan kesejahteraan guru, kejelasan inpassing, pemerataan bantuan pendidikan, hingga keterbatasan fasilitas digital masih menjadi pekerjaan rumah bagi madrasah swasta.

Berbagai persoalan itu disampaikan langsung oleh para pendidik kepada Hj. Ansari, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura, dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) Kementerian Agama 2026 di Kabupaten Sampang.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–17 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat, tenaga kependidikan, dan para guru madrasah. Pertemuan digelar di Hotel Panglima pada 16 Oktober, kemudian dilanjutkan di Aula Hotel PKPRI Trunojoyo pada 17 Oktober.

Dalam forum tersebut, para guru menyampaikan beragam persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Mulai dari perjuangan mendapatkan hak dan kesempatan karier yang setara, keterbatasan kesejahteraan, hingga harapan agar siswa madrasah memperoleh akses bantuan dan fasilitas pembelajaran yang lebih merata.

ADVERTISEMENT

Bagi para pendidik, NGOPI bukan sekadar pertemuan untuk membahas persoalan pendidikan Islam.

Forum itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan kegelisahan mereka secara langsung, sekaligus berharap agar aspirasi tersebut dapat diperjuangkan melalui kebijakan di tingkat pusat.

Guru Madrasah Menanti Kejelasan Inpassing