Salah satu aspirasi disampaikan Samsul, yang membawa harapan rekan-rekannya sesama guru madrasah swasta terkait persoalan passing grade atau ambang batas kelulusan dalam seleksi guru.

Ia mengapresiasi perhatian Hj. Ansari bersama anggota Komisi VIII DPR RI lainnya yang sebelumnya telah memperjuangkan aspirasi guru madrasah melalui forum dengar pendapat. Meski demikian, Samsul mengaku masih menantikan kejelasan mengenai perkembangan perjuangan tersebut.

Samsul juga menceritakan pengalamannya saat mengikuti proses seleksi. Menurut penuturannya, ia pernah memperoleh nilai ujian lebih tinggi dibandingkan peserta lain, tetapi latar belakang tempatnya mengajar di madrasah ibtidaiyah swasta menjadi persoalan dalam kesempatan yang diperolehnya.

Pengalaman tersebut menggambarkan kegelisahan yang dirasakan sebagian guru madrasah swasta. Mereka berharap proses seleksi dan pengembangan karier memberikan kesempatan yang adil berdasarkan ketentuan serta persyaratan yang berlaku.

Selain persoalan seleksi, Samsul turut mengungkapkan kondisi kesejahteraan guru swasta yang masih bergantung pada kemampuan lembaga dan yayasan. Keterbatasan pembiayaan operasional membuat sebagian pendidik harus menghadapi ketidakpastian ketika lembaga belum mampu memenuhi kebutuhan pembayaran.

ADVERTISEMENT

Di hadapan Hj. Ansari, ia berharap perjuangan untuk memperbaiki kesejahteraan, kesempatan karier, dan kejelasan inpassing bagi guru madrasah swasta terus berlanjut.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hj. Ansari menegaskan komitmennya untuk menyampaikan suara para guru kepada pihak terkait. Ia menyebut persoalan inpassing telah dikomunikasikan dengan Menteri Agama dan masih dalam proses.

“Sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI Madura, saya akan terus menyampaikan aspirasi Bapak dan Ibu semua supaya inpassing ini masih bisa terus diperjuangkan,” ujar Hj. Ansari.