MADURA SATU | SUMENEP – Kesejahteraan guru, pengembangan karier, hingga tantangan teknologi digital menjadi pembahasan dalam kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) di Hotel Myze Sumenep, Selasa (20/10/2026).

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hajjah Ansari, hadir sebagai pemateri untuk membahas penguatan kualitas pendidikan madrasah bersama para narasumber.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi guru madrasah, mulai dari profesionalisme dan peningkatan kompetensi hingga kebutuhan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada sesi pagi, Hajjah Ansari tampil sebagai pemateri bersama Kusno Wahyudi, S.Pd., M.Pd. Keduanya membahas penguatan kompetensi profesional guru serta pentingnya menciptakan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Hajjah Ansari menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik tenaga pendidik. Kesejahteraan, kepastian karier, dan kesempatan mengembangkan kompetensi juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kesejahteraan guru. Guru juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi dan kariernya,” ujar Hajjah Ansari.

Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, dukungan terhadap tenaga pendidik perlu berjalan beriringan dengan tuntutan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), guru juga dituntut terus belajar dan beradaptasi. Perubahan teknologi menghadirkan peluang baru dalam pembelajaran, tetapi sekaligus menuntut kesiapan tenaga pendidik untuk menggunakannya secara tepat.