Namun, situasi berubah setelah GY meninggal dunia pada 2019. Halimi mengaku bersama sejumlah orang lainnya kemudian dipanggil ke rumah F dan diperkenalkan dengan ayah F, AS.

Dalam pertemuan tersebut, mereka disebut diminta memanggil AS dengan sebutan Ratu Adil, sedangkan F dipanggil Imam Mahdi.

"Setelah 40 hari GY meninggal, kami dipanggil ke rumah F dan di sana kami diperkenalkan dengan ayah F, yakni AS. Di situ kami disuruh panggil AS sebagai Ratu Adil dan memanggil F sebagai Imam Mahdi," ungkap Halimi.

Sejak saat itu, Halimi mengaku mulai menerima permintaan uang dengan berbagai alasan yang dikaitkan dengan persoalan kehidupan, keluarga, hingga keyakinan tentang kehidupan setelah kematian.

Diminta Membayar untuk Mengusir Gangguan Gaib

ADVERTISEMENT

Halimi mengungkapkan, salah satu permintaan uang bermula ketika istrinya tak kunjung hamil. F diduga berdalih bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan makhluk gaib di sekitar rumahnya.

Untuk mengatasi gangguan yang diklaim tersebut, Halimi mengaku diminta menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta. Uang itu disebut sebagai syarat agar istrinya segera mengandung.

Permintaan uang kemudian berlanjut dengan alasan lain. Halimi menyebut F mengaitkan umur panjang dan keselamatan keluarganya dengan pembayaran yang dilakukan secara berkala.