Skema tersebut, menurut Halimi, disebut sebagai sistem top up. Para pengikut diduga diminta membayar sejumlah uang agar memperoleh manfaat spiritual yang dijanjikan.

"Di situ, pelaku bilang kalau mau umurnya panjang maka harus membayar uang atau top up sebanyak Rp 3 juta dan itu kami bayarkan sebanyak 10 kali dan 15 kali," jelasnya.

Diduga Menawarkan Tiket Surga

Selain meminta uang dengan alasan memperpanjang umur, F juga diduga menawarkan jaminan keselamatan di akhirat. Halimi mengaku diminta membayar sejumlah uang yang disebut sebagai pembelian tiket ke surga.

Menurut pengakuannya, pembayaran tersebut dikaitkan dengan harapan agar keluarganya terhindar dari siksa kubur dan dapat masuk surga.

ADVERTISEMENT

Halimi juga menyebut dirinya pernah dibujuk untuk menyerahkan uang dengan iming-iming memperoleh kedudukan sebagai wali.

"Pelaku juga membujuk saya supaya membayarkan sejumlah uang untuk bisa menjadi wali dan dilantik menjadi wali," tutur Halimi.

Berbagai permintaan tersebut, menurut Halimi, berlangsung selama bertahun-tahun. Ia mengaku baru mulai meragukan ajaran dan klaim F setelah ayah pria tersebut meninggal dunia pada 2025.