Kepercayaan Luntur, Kerugian Ditaksir Rp 1,3 Miliar

Kematian AS menjadi titik balik bagi Halimi dan keluarganya. Ia mulai mempertanyakan klaim spiritual yang selama ini diyakininya, terutama setelah orang yang disebut memiliki kemampuan tertentu itu meninggal dunia.

"Di situ kepercayaan kami mulai luntur dan kami mulai meyakini bahwa ini adalah penipuan," tegas Halimi.

Setelah menghitung seluruh uang yang telah diserahkan selama enam tahun, Halimi menyebut total kerugiannya mencapai Rp 1,3 miliar.

Ia mengaku telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan meminta uangnya kembali. Namun, upaya itu disebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya ia memilih menempuh jalur hukum.

ADVERTISEMENT

Selain dugaan penipuan, Halimi juga menilai ajaran yang disampaikan F dan almarhum AS telah menyimpang dari ajaran Islam. Ia mengaku mendengar klaim mengenai kedudukan spiritual yang disejajarkan dengan Nabi Muhammad SAW, serta ajaran bahwa salat Jumat merupakan hadiah sehingga tidak berdosa apabila ditinggalkan.

Atas rangkaian kejadian tersebut, Halimi kemudian melaporkan dugaan penipuan itu ke Polres Bangkalan. Ia berharap aparat penegak hukum mengusut laporan tersebut secara menyeluruh agar persoalan yang dialaminya memperoleh kepastian hukum.

"Makanya kami laporkan penipuan itu ke polisi. Kami berharap bisa diusut tuntas," ucap Halimi.