“Aku bongkar ya, namanya Eko. Dia sudah lama pindah dari sini,” katanya.

Namun, ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai identitas lengkap yang bersangkutan, sumber tersebut enggan memberikan penjelasan tambahan.

“Mengenai siapa nama lengkapnya, silakan cari sendiri,” katanya.

Kemunculan nama tersebut menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab. Pasalnya, analis kredit memiliki peran penting dalam menilai kelayakan permohonan pinjaman sebelum fasilitas kredit disetujui dan dicairkan.

Karena itu, publik mulai mempertanyakan apakah proses verifikasi telah dijalankan sesuai prosedur, siapa yang melakukan pemeriksaan dokumen, serta apakah terdapat pihak lain yang mengetahui penggunaan SK pensiun milik Abdul Hamid sebelum kredit dicairkan.

ADVERTISEMENT

Hingga kini, BRI Sumenep belum memberikan penjelasan resmi terkait berbagai pertanyaan tersebut. Sebelumnya, Aliansi Media Partner telah mengirimkan surat konfirmasi tertanggal 25 Mei 2026 kepada Pimpinan Cabang BRI Sumenep, Ali Topan.

Surat tersebut berisi sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme kredit berbasis SK pensiun, susunan tim penyelia kredit saat kejadian berlangsung, hingga identitas Ridwan yang disebut sebagai AO dalam perkara tersebut.

Namun sampai berita ini ditulis, belum ada jawaban maupun klarifikasi resmi dari pihak BRI Sumenep.