Namun di balik seluruh ikhtiar tersebut, ia mengaku terus berusaha menyerahkan semuanya kepada kehendak Allah SWT.

“Armuzna ini membuat saya sadar bahwa manusia hanya bisa berusaha, sedangkan hasil akhirnya tetap Allah yang menentukan,” tuturnya.

Menurutnya, fase Armuzna merupakan momen paling sakral dalam ibadah haji karena seluruh jamaah berkumpul dengan satu tujuan yang sama, yakni memohon ampunan dan berharap menjadi haji yang mabrur.

“Kadang sesuatu yang terlihat mudah bisa menjadi sulit, dan yang terlihat sulit justru dimudahkan Allah. Di situlah kami belajar tentang tawakal,” ucapnya.

Menjelang keberangkatan menuju Arafah, satu doa yang paling membekas di hati Taufadi adalah pesan penutup dari pembimbing ibadahnya, Alwi Beiq, yang terus diulang dalam setiap munajat.

ADVERTISEMENT

“Ya Allah, entaskanlah hamba, orang tua hamba, istri atau suami hamba, mertua hamba, serta anak-cucu hamba dari api neraka,” kata Taufadi menirukan doa tersebut dengan suara lirih.

Kini, di tengah jutaan jamaah dari berbagai negara yang bersiap menuju Arafah, Taufadi hanya berharap seluruh perjalanan spiritualnya di Tanah Suci diberi kemudahan, keselamatan, dan keberkahan hingga kembali ke tanah air.(*)