Sebelum dipercaya menjadi anggota DPR RI melalui Pemilu 2024, Ansari mengabdikan diri sebagai guru taman kanak-kanak selama 17 tahun di Kabupaten Pamekasan.

Pengalaman panjang sebagai pendidik itu, menurutnya, semakin menguatkan keyakinan bahwa pembangunan manusia merupakan investasi paling berharga bagi masa depan bangsa.

Di akhir pemaparannya, Ansari berharap UIN Madura terus melahirkan akademisi, peneliti, ulama, politisi, dan pemimpin bangsa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga mendorong agar kampus memperkuat kolaborasi dengan media sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi.

"Saya berharap UIN Madura terus berkolaborasi dengan media. Pamekasan jangan hanya mencatat sejarah, tetapi juga mampu meninggalkan sejarah melalui gagasan, penelitian, dan karya-karya yang bermanfaat," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Ansari berharap Sarasehan Literasi tidak berhenti sebagai forum diskusi semata, melainkan menjadi ruang yang melahirkan peneliti baru, karya ilmiah, buku-buku berkualitas, serta berbagai gagasan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Pamekasan dan Madura secara umum.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail, Rektor UIN Madura Saiful Hadi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perguruan tinggi se-Madura, Senat UIN Madura, Sekretaris Daerah Pamekasan, Direktur Utama PT GSM Tamsul, Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Sulaisi, serta akademisi, mahasiswa, dan pegiat literasi. (*)