“Dari keterangan korban, peristiwa itu terjadi sejak SD dan berlanjut hingga korban duduk di kelas 3 SMP. Dugaan dilakukan berulang kali dalam kurun waktu tersebut,” jelasnya.

Tidak hanya satu korban, penyidik juga mengungkap adanya korban lain berinisial D yang diduga mengalami perlakuan serupa.

Kedua korban diketahui masih memiliki hubungan keluarga, yang membuat pelaku lebih mudah mendekati dan menguasai situasi.

“Kami menemukan lebih dari satu korban dalam kasus ini. Hal ini masih terus kami dalami untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa,” ungkap Yoyok.

Aksi tersangka diduga dilakukan di beberapa lokasi, termasuk di rumah tersangka maupun di kediaman korban saat kondisi sepi.

ADVERTISEMENT

Situasi tersebut membuat korban merasa takut dan tidak berani melapor selama bertahun-tahun.

“Korban sebelumnya merasa takut dan tertekan, sehingga tidak berani menyampaikan kepada keluarga. Setelah ada keberanian, barulah kasus ini dilaporkan,” katanya.

Saat ini, tersangka telah ditahan di rumah tahanan Polres Pamekasan. Penyidik masih terus mengembangkan kasus, termasuk kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.