MADURA SATU | PAMEKASAN - Ramainya peredaran video “indehoy” yang diduga melibatkan pelajar di Kabupaten Pamekasan mendapat sorotan serius dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.

Organisasi keagamaan tersebut menilai peristiwa ini sebagai peringatan penting bagi dunia pendidikan.

Ketua PCNU Pamekasan, KH Muchlis Nasir, menyampaikan bahwa kasus ini tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga mencerminkan kondisi moral generasi muda yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan, terutama dalam hal pembinaan karakter siswa,” ujar KH Muchlis Nasir saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, maraknya konten negatif yang mudah diakses melalui media digital menjadi tantangan besar bagi orang tua dan lembaga pendidikan dalam mengawasi perkembangan anak.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, jika dalam kasus tersebut terdapat unsur pelanggaran hukum, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.

“Kalau memang ada pelanggaran, tentu harus diproses. Hukum harus ditegakkan,” tegasnya.

Namun demikian, KH Muchlis menilai penegakan hukum saja tidak cukup. Ia menekankan pentingnya langkah pembinaan yang berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Selain proses hukum, pembinaan juga harus berjalan. Ini penting agar anak-anak kita tidak terjerumus kembali,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti peran keluarga sebagai benteng utama dalam membentuk karakter anak, khususnya dalam menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan dan teknologi.

ADVERTISEMENT

“Orang tua harus lebih aktif mengawasi dan membangun komunikasi dengan anak. Kedekatan emosional itu penting,” ungkapnya.

Di sisi lain, pihak sekolah juga diminta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan siswa, termasuk pendekatan antara guru dan murid.

“Sekolah perlu memperkuat pengawasan dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan siswa agar bisa mengontrol perilaku mereka,” jelasnya.

PCNU Pamekasan juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, untuk bersinergi dalam menjaga moral generasi muda.

Menurutnya, kasus ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter di semua lini.

ADVERTISEMENT

“Ini tanggung jawab bersama. Kita harus bergerak bersama untuk menjaga generasi muda,” tambahnya.

Dengan adanya peristiwa ini, PCNU Pamekasan berharap muncul langkah konkret, baik dari sisi penegakan hukum maupun pembinaan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Harapannya, ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak,” pungkas KH Muchlis Nasir.(*)