Menurutnya, saat ini masih banyak warga Pamekasan yang belum tercover dalam program jaminan kesehatan tersebut, sehingga pemerintah daerah harus menanggung beban tambahan.

“Kami berharap kuota peserta BPJS yang dibiayai pusat bisa ditambah, agar masyarakat kurang mampu yang belum tercover bisa mendapatkan jaminan kesehatan,” katanya.

Ia menilai, penambahan kuota ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga meringankan beban anggaran daerah yang selama ini digunakan untuk pembiayaan kesehatan.

“Dengan adanya dukungan dari pusat, cakupan layanan kesehatan akan semakin luas dan merata,” pungkasnya.(*)