PAMEKASAN - Upaya Forum Kota (Forkot) Pamekasan untuk meminta klarifikasi langsung kepada manajemen Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pamekasan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berakhir tanpa hasil.

Audiensi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/1/2026) itu gagal terlaksana dan memicu kekecewaan dari para aktivis.

Forkot menilai pihak BRI tidak menunjukkan itikad terbuka lantaran membatasi jumlah perwakilan yang diperbolehkan masuk dalam forum pertemuan.

Dari enam orang delegasi yang hadir, manajemen BRI disebut hanya mengizinkan dua orang untuk bertemu pimpinan cabang, sehingga audiensi batal digelar.

Ketua Forkot Pamekasan, Samsul Arifin yang akrab disapa Gerad, menyebut sikap tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan bahwa kedatangan Forkot bukan untuk mencari konflik, melainkan meminta penjelasan resmi atas sejumlah dugaan persoalan dalam program KUR.

“Kami datang secara terbuka dan prosedural, tapi justru tidak diberi ruang. Ini sangat kami sesalkan karena substansi yang ingin kami sampaikan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat,” ujar Gerad.

Menurutnya, audiensi tersebut dirancang sebagai langkah kontrol sosial setelah Forkot melakukan pengumpulan data dan kajian lapangan.

Dari hasil penelusuran itu, Forkot mengklaim menemukan indikasi ketidakwajaran dalam mekanisme penyaluran KUR di BRI Cabang Pamekasan.

Beberapa dugaan yang disoroti antara lain adanya pemindahan skema KUR ke kredit reguler, pencairan dana tanpa kehadiran langsung debitur, serta pinjaman yang dicairkan atas nama pihak lain tanpa dilengkapi surat kuasa.

ADVERTISEMENT

Forkot juga menilai penjelasan kepada nasabah terkait tenor dan skema pinjaman tidak dilakukan secara transparan.

Selain itu, Forkot mengungkap temuan dugaan penggunaan jaminan sertifikat ganda serta belum dikembalikannya dokumen agunan pada pinjaman di bawah Rp100 juta.

“Kami mempertanyakan kesesuaian data penyaluran KUR khusus dengan realisasi yang diterima masyarakat. Ini yang ingin kami klarifikasi langsung, tapi sayangnya pintu dialog ditutup,” kata Gerad.

Atas kegagalan audiensi tersebut, Forkot Pamekasan menyatakan tidak akan berhenti sampai di sini. Mereka berencana menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk tekanan agar BRI Cabang Pamekasan membuka ruang klarifikasi secara terbuka dan akuntabel.

Sementara itu, awak media yang mencoba mengonfirmasi pihak BRI Cabang Pamekasan belum memperoleh keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

Petugas keamanan di lokasi menyampaikan bahwa pimpinan cabang tidak dapat ditemui hingga agenda berakhir.

Petugas keamanan di lokasi menyampaikan bahwa pimpinan cabang tidak dapat ditemui hingga agenda berakhir.