MADURA SATU | MADURA – Wacana pembentukan Provinsi Madura terus berkembang. Jika dianalisis menggunakan data resmi, sejumlah indikator menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki dasar kelayakan sebagai daerah otonom baru.

Pulau Madura terdiri dari empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur tahun 2024, jumlah penduduk Madura mencapai sekitar 4,2 juta jiwa (Sumber: Data Penduduk Jawa Timur 2024).

(Sumber: BPS Jawa Timur 2024)

Jumlah ini menunjukkan bahwa Madura memiliki basis populasi besar yang secara kuantitatif memenuhi syarat pembentukan provinsi (Sumber: BPS Jawa Timur 2024).

Dari sisi kualitas pembangunan manusia, data menunjukkan adanya tantangan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur tahun 2024 tercatat 75,35, sementara wilayah Madura masih berada di bawah angka tersebut (Sumber: Rilis IPM Sumenep 2024).

ADVERTISEMENT

Rinciannya:

Data ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat masih perlu ditingkatkan (Sumber: BPS 2024 – indikator IPM).

Dari sisi kemiskinan, kondisi serupa juga terlihat. Di Kabupaten Bangkalan, persentase penduduk miskin pada Maret 2024 tercatat 18,66 persen (Sumber: Profil Kemiskinan Bangkalan 2024).

Sementara di Kabupaten Pamekasan, angka kemiskinan tercatat 13,41 persen pada periode yang sama (Sumber: Kemiskinan Pamekasan 2024).

Di Kabupaten Sampang, jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 214 ribu jiwa pada tahun 2024 (Sumber: Profil Kemiskinan Sampang 2024).

ADVERTISEMENT

Data ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Madura masih menjadi tantangan utama (Sumber: BPS kabupaten 2024).

Dari sisi ekonomi, struktur wilayah Madura masih didominasi sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil (Sumber: publikasi PDRB daerah BPS). Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju ekonomi industri masih terbatas.

Namun demikian, Madura memiliki basis potensi ekonomi yang jelas. Data BPS daerah menunjukkan adanya kontribusi sektor migas di Sumenep serta produksi garam yang menjadi bagian dari produksi nasional (Sumber: publikasi sektoral BPS dan daerah).

Ketimpangan pembangunan antarwilayah juga terlihat. Perkembangan wilayah Bangkalan lebih cepat dibandingkan daerah lain, terutama karena faktor konektivitas wilayah (Sumber: indikator pembangunan regional BPS Jawa Timur).

Dari sisi fiskal, data menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Madura masih relatif terbatas, sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih tinggi (Sumber: laporan keuangan daerah & publikasi BPS).

ADVERTISEMENT

Jika dianalisis secara menyeluruh berdasarkan data resmi, Madura memiliki keunggulan utama pada jumlah penduduk dan struktur wilayah administratif. Sementara itu, tantangan pada kualitas pembangunan manusia dan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan besar.

Namun dalam perspektif kebijakan pembangunan, kondisi tersebut justru memperkuat argumentasi pemekaran wilayah. Dengan status sebagai provinsi, arah pembangunan dapat lebih terfokus pada kebutuhan spesifik wilayah.

Dengan demikian, berdasarkan data resmi yang tersedia, Madura dapat dinilai layak menjadi provinsi dari perspektif demografis dan administratif, dengan catatan bahwa penguatan pada sektor pembangunan manusia dan ekonomi tetap diperlukan (Sintesis data BPS 2024). (*)

Sumber : 

https://sumenepkab.bps.go.id/id/pressrelease/2024/12/02/165/indeks-pembangunan-manusia--ipm--kabupaten-sumenep-tahun-2024.html

ADVERTISEMENT

 

https://pamekasankab.bps.go.id/id/pressrelease/2024/12/02/72/indeks-pembangunan-manusia--ipm--kabupaten-pamekasan-pada-tahun-2024-mencapai-70-85.html

 

https://bangkalankab.bps.go.id/id/pressrelease/2024/07/25/34/profil-kemiskinan-di-kabupaten-bangkala

 

ADVERTISEMENT

https://sampangkab.bps.go.id/id/pressrelease/2024/12/18/24/profil-kemiskinan-kabupaten-sampang-maret-2024.html

 

https://pamekasankab.bps.go.id/en/pressrelease/2024/08/20/70/persentase-penduduk-miskin-di-kabupaten-pamekasan-pada-maret-2024-sebesar-13-41-persen.html