Sementara di Kabupaten Pamekasan, angka kemiskinan tercatat 13,41 persen pada periode yang sama (Sumber: Kemiskinan Pamekasan 2024).

Di Kabupaten Sampang, jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 214 ribu jiwa pada tahun 2024 (Sumber: Profil Kemiskinan Sampang 2024).

Data ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Madura masih menjadi tantangan utama (Sumber: BPS kabupaten 2024).

Dari sisi ekonomi, struktur wilayah Madura masih didominasi sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil (Sumber: publikasi PDRB daerah BPS). Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju ekonomi industri masih terbatas.

Namun demikian, Madura memiliki basis potensi ekonomi yang jelas. Data BPS daerah menunjukkan adanya kontribusi sektor migas di Sumenep serta produksi garam yang menjadi bagian dari produksi nasional (Sumber: publikasi sektoral BPS dan daerah).

ADVERTISEMENT

Ketimpangan pembangunan antarwilayah juga terlihat. Perkembangan wilayah Bangkalan lebih cepat dibandingkan daerah lain, terutama karena faktor konektivitas wilayah (Sumber: indikator pembangunan regional BPS Jawa Timur).

Dari sisi fiskal, data menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Madura masih relatif terbatas, sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat masih tinggi (Sumber: laporan keuangan daerah & publikasi BPS).

Jika dianalisis secara menyeluruh berdasarkan data resmi, Madura memiliki keunggulan utama pada jumlah penduduk dan struktur wilayah administratif. Sementara itu, tantangan pada kualitas pembangunan manusia dan kesejahteraan masih menjadi pekerjaan besar.