Sering kali terjadi perdebatan di tengah masyarakat Madura mengenai asal-usul terciptanya Musik Daul. Perdebatan ini dipicu oleh berbagai klaim budaya yang saling bertentangan, terutama yang ramai diperbincangkan di media sosial seperti TikTok.

Banyak warganet mempertanyakan Musik Daul berasal dari kabupaten mana. Padahal, Musik Daul merupakan kesenian musik tradisional khas seluruh wilayah Madura dan menjadi identitas budaya masyarakat Madura secara umum.

Artinya, Musik Daul tidak dimiliki oleh satu kabupaten tertentu, melainkan mencakup seluruh kabupaten di Pulau Madura.

Musik Daul berasal dari istilah “musik gaul” yang bermakna mudah diterima oleh masyarakat luas. Kesenian ini mulai berkembang pada awal tahun 1980-an (S. Dian Andriyanto, 2023).

Pada mulanya, Musik Daul berakar dari musik patrol sederhana yang dimainkan oleh sekelompok anak muda Madura dengan membawakan lagu-lagu tradisional untuk membangunkan warga saat sahur di bulan Ramadan.

ADVERTISEMENT

Instrumen yang digunakan pada masa awal masih sangat sederhana, seperti kentongan, saronen, serta drum bekas. Namun seiring perkembangan zaman, Musik Daul mengalami banyak perubahan, baik dari segi instrumen, musikalisasi, hingga dekorasi pertunjukan.

Musiknya yang mudah diterima, berirama energik, dan enak didengar membuat Musik Daul tetap diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Selain Kerapan Sapè, Musik Daul juga menjadi salah satu kesenian tradisional Madura yang menonjol dan masih populer hingga saat ini. Dalam setiap pertunjukannya, Musik Daul tidak hanya menampilkan musik semata, tetapi juga dipadukan dengan tarian tradisional yang semakin menambah daya tarik bagi penonton.