MADURA SATU | BANGKALAN - Seorang pemuda berinisial MR menjadi korban aksi main hakim sendiri setelah diteriaki sebagai pelaku begal di Jalan Raya Besel, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Belakangan, polisi memastikan bahwa korban bukan pelaku tindak kriminal sebagaimana isu yang beredar di tengah masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (14/6/2026) dini hari dan mengakibatkan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

MR bahkan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit akibat penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang dan warga yang terpancing emosi.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan bahwa kasus tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Menurutnya, korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.

ADVERTISEMENT

"Kasusnya sedang ditangani Satreskrim Polres Bangkalan. Korban sudah kami evakuasi ke rumah sakit," ujar Ipda Agung Intama.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi tidak menemukan indikasi bahwa MR merupakan pelaku begal.

Peristiwa yang menimpanya diduga berawal dari perselisihan antara dua kelompok pemuda.

Ipda Agung menjelaskan, kedua kelompok tersebut sebelumnya sempat berkumpul di sekitar kawasan Stadion Gelora Bangkalan.

Saat itu terjadi kesalahpahaman yang memicu ketegangan, namun situasi sempat diredam oleh warga.

ADVERTISEMENT

"Informasi sementara yang kami terima, kejadian ini bermula dari perselisihan antar kelompok pemuda dan bukan aksi pembegalan," katanya.

Keributan kembali terjadi ketika kedua kelompok tersebut bertemu di Jalan Raya Besel. Bentrokan fisik pun tidak dapat dihindari hingga kelompok korban kalah jumlah.

Rekan-rekan MR berhasil menyelamatkan diri, sementara dirinya tertinggal dan menjadi sasaran pengeroyokan.

Di tengah keributan itu, salah seorang dari kelompok lawan diduga meneriaki MR sebagai pelaku begal.

Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi tanpa mengetahui kejadian sebenarnya.

ADVERTISEMENT

"Warga yang datang diduga mengira korban merupakan pelaku kejahatan sehingga ikut melakukan penganiayaan," ungkap Ipda Agung.

Akibat tuduhan tersebut, MR menjadi sasaran amukan massa. Korban yang terjatuh di pinggir jalan bahkan tidak mampu melawan dan mengalami luka parah sebelum akhirnya mendapat pertolongan.

Saat ini, Satreskrim Polres Bangkalan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut, termasuk orang yang pertama kali meneriakkan korban sebagai begal.

"Kami masih mendalami terkait motif aslinya karena yang beredar di masyarakat memang ada isu begal tersebut," tegas Ipda Agung Intama.(*)