Ipda Agung menjelaskan, kedua kelompok tersebut sebelumnya sempat berkumpul di sekitar kawasan Stadion Gelora Bangkalan.

Saat itu terjadi kesalahpahaman yang memicu ketegangan, namun situasi sempat diredam oleh warga.

"Informasi sementara yang kami terima, kejadian ini bermula dari perselisihan antar kelompok pemuda dan bukan aksi pembegalan," katanya.

Keributan kembali terjadi ketika kedua kelompok tersebut bertemu di Jalan Raya Besel. Bentrokan fisik pun tidak dapat dihindari hingga kelompok korban kalah jumlah.

Rekan-rekan MR berhasil menyelamatkan diri, sementara dirinya tertinggal dan menjadi sasaran pengeroyokan.

ADVERTISEMENT

Di tengah keributan itu, salah seorang dari kelompok lawan diduga meneriaki MR sebagai pelaku begal.

Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi tanpa mengetahui kejadian sebenarnya.

"Warga yang datang diduga mengira korban merupakan pelaku kejahatan sehingga ikut melakukan penganiayaan," ungkap Ipda Agung.