Karena tidak kuat dengan kondisi tersebut, H akhirnya memutuskan meninggalkan rumah itu dan pulang menggunakan jasa travel.

“Saya akhirnya keluar dan pulang naik travel,” ujarnya.

Keputusan tersebut, lanjut H, justru dijadikan alasan oleh ES untuk menghindari tanggung jawab. Terlapor disebut menuding dirinya pergi bersama laki-laki lain.

“Dia mengatakan tidak mau bertanggung jawab karena saya keluar dengan laki-laki lain, padahal itu hanya sopir travel yang mengantar saya pulang,” katanya.

Merasa tidak mendapatkan kejelasan atas tanggung jawab dari ES, H akhirnya memilih melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sumenep.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya laporan tersebut.

“Iya, kami sudah mengetahui laporan itu. Kami akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” kata Wasid.

Ia menambahkan bahwa pihak Kemenag Sumenep masih akan melakukan klarifikasi internal sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait persoalan tersebut.