Ia menyebut terlapor mulai menyampaikan berbagai alasan yang membuat janji tersebut tidak kunjung ditepati.

“Dia mengatakan masih memiliki istri dan anak yang sedang kuliah. Dia juga bilang sebagai ASN harus menjaga sikap dan integritas,” tutur H.

Pernyataan itu membuat H merasa heran karena persoalan tersebut baru disampaikan setelah dirinya hamil, padahal hubungan mereka telah berjalan cukup lama sebelumnya.

“Kenapa baru sekarang memikirkan hal itu ketika saya sudah hamil,” katanya.

H juga menceritakan pengalaman yang dialaminya pada Januari 2026. Saat itu ia diminta datang ke Sumenep dengan alasan akan dinikahi sekaligus diminta menjaga kondisi kehamilannya.

ADVERTISEMENT

Namun setelah tiba di Sumenep, rencana tersebut tidak pernah terjadi. Ia mengaku justru dibawa ke rumah kerabat ES dan tidak diperbolehkan pergi keluar.

“Saya ditempatkan di rumah saudaranya dan tidak diizinkan keluar,” ungkapnya.

Saat itu usia kandungannya disebut sudah memasuki delapan bulan. Situasi tersebut membuatnya merasa tidak nyaman dan tertekan.