MADURA SATU | SAMPANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sampang yang dinilai berhasil menyediakan lahan Sekolah Rakyat Terpadu terluas di Indonesia.

Apresiasi itu disampaikan saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (21/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Wakil Bupati Sampang K. Ahmad Mahfud, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang, serta sejumlah pejabat terkait.

Kehadirannya juga disambut para calon peserta didik yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Saat meninjau kawasan pembangunan, Khofifah menilai kesiapan lahan yang dimiliki Kabupaten Sampang menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan Sekolah Rakyat sebagai program nasional.

ADVERTISEMENT

"Kabupaten Sampang luar biasa karena mampu menyiapkan area terluas se-Indonesia untuk Sekolah Rakyat Terpadu. Tadi saya juga sempat mencoba jogging di trek yang nantinya akan digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga, termasuk sepak bola," ujar Khofifah.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Sekolah ini menjadi bagian yang sangat penting agar kita tidak hanya berbicara tentang Indonesia Emas 2045, tetapi benar-benar mempersiapkannya melalui program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden," katanya.

Khofifah menegaskan, pendidikan menjadi instrumen utama dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

Selain ruang belajar, kawasan Sekolah Rakyat Terpadu juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk area olahraga yang dipersiapkan untuk mendukung aktivitas dan pengembangan potensi para siswa.

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai berlangsung pada 31 Juli 2026.

Sebelum memasuki proses pembelajaran, seluruh peserta didik akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Pada 31 Juli nanti seluruh siswa akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," pungkasnya. (*)