MADURA SATU | SAMPANG – Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan makanan dibungkus menggunakan kertas viral di media sosial.

Video berdurasi sekitar satu menit lebih itu menampilkan paket MBG yang berisi nasi putih, potongan buah naga, bihun dalam jumlah terbatas, serta lauk daging. 

Namun, yang menjadi perhatian adalah kemasan makanan tersebut yang hanya menggunakan kertas tanpa wadah khusus seperti ompreng (food tray).

Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan terdengar mengeluhkan kualitas dan porsi makanan yang diterima cucunya. 

Ia bahkan menyebut nama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk kekecewaan terhadap program tersebut.

ADVERTISEMENT

“Ini cucu saya dapat MBG seperti ini. Ada buah naga sedikit, bihun sedikit, daging juga segini. Katanya untuk gizi, tapi seperti ini. Bapak Prabowo, bagaimana gizinya kalau begini,” ucapnya dalam video yang beredar luas.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Dusun Tasolong, Desa Sreseh, pada Selasa (31/3/2026).

Seorang warga setempat berinisial R membenarkan bahwa paket MBG yang viral itu memang berasal dari distribusi melalui Posyandu setempat.

“Iya benar, itu dari dapur di Dusun Secang. Kalau yang ke sekolah memang pakai ompreng, tapi yang ke Posyandu dibungkus pakai kertas,” ujar R saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

R juga mengungkapkan kekecewaan warga terhadap metode distribusi tersebut. 

ADVERTISEMENT

Menurutnya, program pemerintah yang menyasar kelompok rentan semestinya dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Harusnya sesuai aturan. Kalau seperti itu, apa sudah sesuai SOP? Ini kan untuk balita dan ibu-ibu,” katanya.

Program MBG sendiri diketahui diperuntukkan bagi kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

Dengan sasaran tersebut, aspek kebersihan, kualitas, dan keamanan makanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Selain video, foto paket MBG dengan kemasan serupa juga turut beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, terlihat tambahan lauk berupa satu potong tahu, namun tetap menggunakan bungkus kertas yang sama.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sreseh di Dusun Secang, Ilham Nadi, membenarkan bahwa menu makanan tersebut berasal dari dapur yang dikelolanya. Ia juga mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat.

“Banyak yang komplain kalau modelnya seperti itu. Saya juga kaget dan pusing. Nanti akan saya konfirmasi ke pihak Posyandu agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Namun demikian, Ilham menegaskan bahwa dari pihak dapur SPPG, proses distribusi telah dilakukan sesuai SOP yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yakni menggunakan wadah ompreng, bukan kertas.

“Dari dapur sudah sesuai aturan, semua pakai ompreng. Jadi kalau sampai berubah, kemungkinan terjadi di tingkat distribusi selanjutnya,” jelasnya.

Ia menduga perubahan kemasan dilakukan oleh pihak Posyandu saat pendistribusian ke rumah penerima manfaat. 

ADVERTISEMENT

Menurutnya, hal tersebut tidak sesuai prosedur dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

“Itu berarti dipindahkan dari wadah aslinya. Padahal kader biasanya dapat insentif untuk antar dan ambil kembali wadah. Kalau diganti seperti itu, jelas tidak sesuai prosedur,” tegas Ilham.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penggantian wadah makanan dapat memicu kontaminasi silang yang berisiko bagi kesehatan penerima manfaat, khususnya balita dan ibu hamil.

“Kalau sudah dipindah ke bungkus seperti itu, sangat berisiko. Bisa terjadi kontaminasi dari udara atau tangan. Ini bisa menyebabkan keracunan makanan,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat, khususnya kader Posyandu, dapat menjalankan distribusi sesuai ketentuan agar tujuan program MBG untuk meningkatkan gizi masyarakat tidak justru menimbulkan masalah baru.

ADVERTISEMENT

“Jangan sampai dari dapur sudah sesuai standar, tapi di lapangan berubah. Ini menyangkut kesehatan masyarakat, jadi harus benar-benar dijaga,” pungkasnya. (*)