“Iya benar, itu dari dapur di Dusun Secang. Kalau yang ke sekolah memang pakai ompreng, tapi yang ke Posyandu dibungkus pakai kertas,” ujar R saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

R juga mengungkapkan kekecewaan warga terhadap metode distribusi tersebut. 

Menurutnya, program pemerintah yang menyasar kelompok rentan semestinya dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Harusnya sesuai aturan. Kalau seperti itu, apa sudah sesuai SOP? Ini kan untuk balita dan ibu-ibu,” katanya.

Program MBG sendiri diketahui diperuntukkan bagi kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

ADVERTISEMENT

Dengan sasaran tersebut, aspek kebersihan, kualitas, dan keamanan makanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Selain video, foto paket MBG dengan kemasan serupa juga turut beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, terlihat tambahan lauk berupa satu potong tahu, namun tetap menggunakan bungkus kertas yang sama.

Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sreseh di Dusun Secang, Ilham Nadi, membenarkan bahwa menu makanan tersebut berasal dari dapur yang dikelolanya. Ia juga mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat.