MADURA SATU | PAMEKASAN - Dua santri MDTA Raudlatul Ulum, Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, mendapat apresiasi atas prestasi mereka dalam lomba i’lan Al-Qur’an Juz 30 yang digelar selama Agustus 2026.

Apresiasi tersebut diberikan oleh Ketua Yayasan Cahaya Rahmana Semesta (YCRS) Pamekasan, Nurrahman, berupa voucher belanja masing-masing senilai Rp250 ribu kepada dua santri terbaik.

Kedua santri tersebut yakni Maher Zain Arrayyan, siswa kelas 2, dan Safinatuzzahroh, siswa kelas 3. Keduanya dinilai berhasil menunjukkan prestasi dalam kegiatan yang mendorong kecintaan dan kemampuan menghafal Al-Qur’an.

Voucher belanja tersebut kemudian digunakan oleh kedua santri bersama orang tua masing-masing pada Selasa sore, 1 September 2026. Mereka didampingi pihak madrasah saat berbelanja di HBS Swalayan.

Suasana penuh semangat terlihat ketika kedua santri memilih berbagai kebutuhan menggunakan voucher apresiasi yang mereka terima.

ADVERTISEMENT

Bagi pihak madrasah, penghargaan tersebut bukan sekadar hadiah, tetapi juga menjadi bentuk motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan prestasi.

Guru pendamping MDTA Raudlatul Ulum, Ustaz Faiz, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan YCRS kepada para santri.

Menurutnya, bentuk apresiasi seperti itu memberikan dampak langsung terhadap motivasi anak didik untuk terus belajar dan berprestasi, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an.

“Terima kasih atas bantuan voucher belanja dari YCRS. Apresiasi seperti ini berdampak langsung pada semangat santri untuk berprestasi,” ujar Ustaz Faiz, Selasa, (1/9/2026).

Ia berharap perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an di tingkat desa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anak yang terdorong untuk mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an.

ADVERTISEMENT

“Semoga YCRS bisa terus memberikan perhatian untuk kemajuan anak didik kami,” ungkapnya optimistis.

Sementara itu, Nurrahman mengatakan pemberian voucher belanja tersebut merupakan bentuk dukungan YCRS terhadap kemajuan pendidikan Al-Qur’an di desa. Ia berharap penghargaan itu dapat menambah semangat kedua santri untuk terus menghafalkan Al-Qur’an.

“Hadiah ini adalah bentuk support kami untuk kemajuan pendidikan Al-Qur’an di desa. Semoga keduanya bertambah semangat untuk menghafal Al-Qur’an,” kata Nurrahman yang akrab disapa Mas Mamang.

Tak berhenti pada pemberian apresiasi kepada santri, Nurrahman juga mengungkapkan gagasannya untuk mendorong terbentuknya kampung atau desa Al-Qur’an.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama masyarakat untuk membangun lingkungan yang dekat dengan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an.

ADVERTISEMENT

Ia menilai semangat masyarakat untuk menghafalkan Al-Qur’an mulai tumbuh di sejumlah kampung. Karena itu, diperlukan komunikasi dan konsolidasi antara berbagai pihak agar gerakan tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Semangat menghafal Al-Qur’an di kampung-kampung sudah menggeliat. Dengan komunikasi dan konsolidasi yang baik antarsemua stakeholder, insyaallah mimpi untuk membangun kampung atau desa Al-Qur’an akan terwujud,” tegas alumnus Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, tersebut.(*)