“Kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya besar. Justru keterbatasan dapat menjadi ruang lahirnya inovasi. Kualitas sebuah karya tidak identik dengan harga mahal, melainkan lahir dari ide yang baik, proses kreatif, ketelitian, dan kerja sama tim,” tegas Achmad Muhlis.

Ketua Senat UIN Madura itu menambahkan, keberagaman bahan, ide, dan warna yang ditampilkan melalui kostum daur ulang juga menjadi media untuk mengenalkan nilai kebinekaan kepada para santri.

Menurutnya, keberagaman tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka kehidupan sosial yang harmonis, beretika, serta tetap berpedoman pada ajaran agama dan norma yang berlaku di masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan memadukan unsur akademis, keterampilan sosial, kreativitas, dan kepemimpinan. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026 melalui Upacara Bendera, yang kemudian dilanjutkan dengan Pemutaran Film Kebangsaan serta Resepsi Kemerdekaan pada malam harinya.

Achmad Muhlis menilai tantangan generasi muda saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan perjuangan secara fisik. Menurutnya, generasi muda juga menghadapi tantangan berupa kebodohan, disinformasi, intoleransi, hingga penurunan nilai moral.

ADVERTISEMENT

“Pendidikan kemerdekaan yang sejati tidak hanya melahirkan peserta didik yang mampu mengatakan ‘Saya merdeka’, tetapi juga manusia yang mampu bertanggung jawab atas kemerdekaannya,” pungkasnya. (*)