MADURA SATU | SAMPANG - Dugaan kartu bantuan milik penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tidak berada di tangan penerima mencuat di Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Persoalan tersebut mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan kondisi rumah seorang lansia yang disebut sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Dalam video itu, penerima bantuan disebut tidak memegang kartu bantuan maupun buku tabungan yang berkaitan dengan penyaluran bantuan.

Video tersebut juga memperlihatkan kondisi rumah lansia yang tampak sederhana. Rumah semi permanen itu disebut memiliki kondisi yang kurang layak, dengan aktivitas memasak masih menggunakan tungku dan tempat tidur yang terlihat sederhana.

Informasi mengenai kartu bantuan yang tidak berada di tangan penerima kemudian mendapat perhatian warga. Salah seorang warga, H. Zainuddin, mengaku mendapat laporan dari sejumlah penerima PKH terkait persoalan tersebut.

Menurut Zainuddin, terdapat warga di Dusun Pandian yang namanya masih tercatat sebagai penerima PKH, tetapi mengaku tidak pernah melihat ataupun memegang kartu bantuan dan buku tabungan miliknya.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyebut adanya warga yang mengaku hanya menerima uang sekitar Rp550 ribu dalam kurun waktu satu tahun. Kondisi tersebut membuat Zainuddin mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan kepada para penerima.

"Bukan hanya satu sampai tiga KPM di Dusun Pandian melaporkan namanya terdaftar aktif sebagai penerima PKH, tapi mereka tidak pernah melihat bentuk uangnya seperti apa," terangnya.

Zainuddin menyebut jumlah penerima PKH di Dusun Pandian mencapai kurang lebih 200 orang. Menurutnya, data tersebut berasal dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang.