MADURA SATU | PAMEKASAN - Suasana malam di Three Five Coffee, Pamekasan, pada Sabtu (20/6/2026) berubah menjadi ruang pertunjukan yang memadukan nuansa tradisi dan sentuhan modern.

Semut Ireng 35 tampil dengan konsep yang berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung, terutama kalangan muda.

Sejak awal pertunjukan, suasana sudah terasa berbeda dengan hadirnya dekorasi kepala naga yang disertai pencahayaan LED merah menyala.

Elemen visual tersebut menjadi pembuka dari rangkaian pertunjukan yang menampilkan kekuatan seni tradisional Madura dalam kemasan yang lebih segar.

Arranger Semut Ireng 35, Hannan Thahir, menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini bukan hanya menjaga bentuk musik tradisional, tetapi bagaimana mempertahankan perhatian penonton di tengah banyaknya pilihan hiburan.

ADVERTISEMENT

“Kalau hanya dimainkan seperti dulu, mungkin tidak banyak yang datang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap perubahan yang dilakukan tetap memiliki batas agar identitas kesenian tidak hilang. Menurutnya, keseimbangan antara tradisi dan inovasi menjadi kunci utama.

“Kalau terlalu diubah, bisa kehilangan jati diri. Jadi kami mencari titik tengah,” katanya.