Kholilurrahman menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari penyediaan lahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), penguatan regulasi, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.

“Semua ini kami siapkan agar operasional program berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan lingkungan.

“Melalui pengelolaan yang sistematis, kami menargetkan penurunan risiko bencana seperti banjir serta pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap, langkah ini mampu menjadikan Pamekasan sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga tangguh secara ekonomi dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

“Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pembangunan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan demi masa depan Pamekasan,” pungkasnya.(*)