MADURA SATU | PAMEKASAN - Aksi nekat dilakukan puluhan emak-emak dengan melompati pagar kantor PT Pegadaian Cabang Pamekasan, Madura, Kamis (5/3/2026). Mereka datang untuk menuntut kepastian terkait dugaan penipuan investasi emas yang diduga dilakukan oleh seorang oknum agen Pegadaian.

Dalam aksi tersebut, sedikitnya 42 perempuan mendatangi kantor Pegadaian sambil membawa flyer protes dan gembok. Mereka mengaku kesal karena proses penyelesaian kasus yang mereka alami dinilai berjalan lambat dan belum memberikan kepastian penggantian kerugian.

Para korban menyebut kerugian muncul dari investasi emas yang ditawarkan oleh seorang agen bernama Hozizah yang bertugas di wilayah Kecamatan Palengaan.

Oknum tersebut diduga menerima dana maupun emas dari sejumlah warga dengan janji investasi, namun emas yang dijanjikan hingga kini tidak pernah diberikan kepada para nasabah.

Koordinator korban, Mansur F, mengungkapkan jumlah korban dalam kasus ini mencapai puluhan orang.

ADVERTISEMENT

“Korban keseluruhan ada 96 orang. Yang nonaktif sekitar 47 orang. Nonaktif ini artinya emasnya sudah ditebus sendiri karena sempat didesak pihak Pegadaian dengan ancaman akan dilelang,” ujar Mansur.

Ia menambahkan total kerugian para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar.

Menurutnya, modus yang digunakan pelaku cukup beragam. Kepada sebagian korban, pelaku mengaku meminjam emas untuk memenuhi target pekerjaan. Sementara kepada korban lain, pelaku berdalih tengah mengalami kekurangan saldo atau minus.