MADURA SATU | PAMEKASAN - Aksi penipuan bermodus pesanan fiktif kembali terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Kali ini, pelaku mencatut nama institusi TNI untuk meyakinkan korban hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa ini menimpa seorang pengusaha muda bernama Lutfiadi, warga Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan.

Ia mengaku tertipu oleh dua orang yang mengaku sebagai staf satuan TNI dan pihak suplier yang disebut berasal dari Kabupaten Sampang.

Kasus ini bermula ketika korban dihubungi seseorang yang mengaku sebagai staf dari Batalyon Infanteri (Yonif) 516.

ADVERTISEMENT

Pelaku menawarkan kerja sama pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan militer, seperti banner, pelumas senjata, hingga headset taktis.

Untuk memperkuat aksinya, pelaku menunjukkan dokumen yang tampak resmi dengan mencatut nama satuan TNI serta Komandan Kodim Pasuruan. Hal tersebut membuat korban semakin yakin untuk menjalin kerja sama.

“Awalnya saya percaya karena ada dokumen dan nama satuan yang disebut. Pelaku juga meyakinkan bahwa ini proyek resmi,” ungkap Lutfiadi, Senin (6/4/2026).