MADURA SATU | PAMEKASAN - Pemotongan Dana Desa di Kabupaten Pamekasan membawa dampak signifikan terhadap jalannya pembangunan di tingkat desa.

Sejumlah proyek infrastruktur dan fasilitas publik terpaksa dikurangi bahkan dihentikan akibat keterbatasan anggaran tahun 2026.

Kepala Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Mohammad Sulam, mengungkapkan bahwa kebijakan pengurangan anggaran tersebut sangat dirasakan oleh pemerintah desa yang ia pimpin.

“Penurunan anggaran kali ini sangat drastis. Kondisi ini jelas menyulitkan kami dalam merealisasikan program pembangunan, khususnya sektor infrastruktur,” ujar Sulam, Jumat (27/2/2026) dikutip dari kompas.com.

Ia memaparkan, pada tahun sebelumnya Desa Bujur Tengah menerima Dana Desa sebesar Rp1,6 miliar. Namun pada 2026, jumlah tersebut menyusut tajam menjadi sekitar Rp373 juta.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, nominal yang tersisa tidak mencukupi untuk membiayai pembangunan fisik secara optimal. Bahkan, untuk proyek infrastruktur baru nyaris tidak bisa direalisasikan kecuali ada bantuan tambahan dari pemerintah kabupaten.

“Biasanya setiap tahun pembangunan infrastruktur cukup terbantu dari Dana Desa. Sekarang jumlahnya sangat terbatas dan sebagian besar harus mengandalkan APBDes,” jelasnya.

Sulam juga mengaku, untuk beberapa fasilitas seperti layanan internet desa, ia masih berupaya menutup kebutuhan dengan dana pribadi. Namun, banyak kebutuhan lain yang tidak bisa lagi terakomodasi.

“Kalau untuk wifi dan fasilitas yang masih terjangkau, saya berusaha tanggung sendiri. Tapi untuk kebutuhan desa lainnya tentu tidak bisa semuanya saya cover,” katanya.

Tak hanya berdampak pada pembangunan fisik, pemangkasan anggaran juga berimbas pada pembatasan kegiatan masyarakat yang sebelumnya dibiayai melalui anggaran desa.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah kepala desa lain di wilayah Pamekasan.

Ia menambahkan, keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah kepala desa lain di wilayah Pamekasan.