MADURA SATU | PAMEKASAN - Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Lingkar Melati Bersatu (LMB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wakil Bupati Pamekasan pada Rabu (17/6/2026).

Massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan.

Aksi tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Pamekasan. Turut hadir perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), sementara massa menyoroti ketidakhadiran Koordinator Wilayah MBG Pamekasan.

Dalam orasinya, aktivis LMB, Sujai, menyampaikan bahwa pihaknya menolak operasional sejumlah dapur MBG yang diduga belum memenuhi standar bangunan maupun persyaratan administrasi yang berlaku.

"Kami menilai masih ada dapur MBG yang berdiri di lahan produktif atau kawasan hijau, bahkan memanfaatkan bangunan yang tidak diperuntukkan sebagai dapur program tersebut," ujar Sujai di hadapan peserta aksi.

ADVERTISEMENT

Selain persoalan lokasi, LMB juga menyoroti dugaan belum lengkapnya dokumen perizinan, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan izin bangunan yang menjadi syarat pendukung operasional dapur MBG.

"Kami mengecam segala bentuk pembiaran terhadap penyajian makanan yang tidak layak konsumsi, dugaan pengurangan anggaran yang berdampak pada kualitas menu, hingga praktik yang merugikan penerima manfaat program," tegas Sujai.

Menurut LMB, Program Makan Bergizi Gratis seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Mereka mendorong agar petani, peternak, dan pelaku UMKM di Pamekasan dilibatkan sebagai pemasok bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.