Pita cukai yang mahal bahkan selalu mengalami kenaikan setiap tahun menjadi salah satu alasan bagi pengusaha kecil memproduksi yang ilegal,” imbuhnya dengan rasa kecewa.

Statement ini menegaskan bahwa wacana pemberantasan rokok ilegal masih menuai perdebatan di Madura. Di satu sisi ada kepentingan negara untuk menekan kebocoran fiskal.

Namun di sisi lain ada ribuan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari industri rokok skala UMKM atau  rumahan.

Apalagi Para Petani tembakau hari ini mengalami musibah karena cuaca yang tidak bersahabat sehingga petani tembakau khusus di Madura  terancam gagal panen.

Mestinya anggota dewan itu harus lebih peka pada penderitaan masyarakat Madura bukan Sok tegas tapi mau menindas rakyat nya sendiri.

ADVERTISEMENT

Dengan kondisi terancam gagal panen tembakau Milik petani  ini, apa solusi yang solutif yang akan di lakukan oleh anggota dewan sok tegas tapi tutup mata atas jeritan Rakyat kecil  itu?

“Ingat ya, hanya pengusaha rokok lokal yang mampu membeli tembakau milik petani dengan harga tinggi bukan pengusaha rokok raksasa,” tutup wer-wer sapaan akrabnya.