Selain menggelar haul, rangkaian acara juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan selawat dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an mengiringi kegiatan yang diikuti ribuan jemaah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kiai Ghazi Mujtaba’ yang didapuk sebagai penceramah mengajak masyarakat tidak memaknai Maulid Nabi hanya sebatas perayaan yang digelar setiap tahun.

Menurutnya, Maulid harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani ajaran yang dibawanya.

“Maulid bukan sekadar perayaan, tetapi tanda cinta kepada Rasulullah. Tanda cinta itu salah satunya dengan banyak mengingat beliau dan memperbanyak selawat,” tutur Kiai Ghazi.

Ia juga mengajak jemaah meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak ilmu sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Kiai Ghazi kemudian mengingatkan pentingnya kesabaran dan rasa syukur dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan. Ia menyebut terdapat tingkatan dalam kesabaran, yakni shobir dan shobur, serta tingkatan dalam bersyukur, yaitu syakir dan syakur.

Ia menjelaskan, syakir menggambarkan sikap seseorang yang tetap mensyukuri nikmat yang masih dimiliki. Sedangkan syakur merupakan sikap tetap bersyukur meskipun nikmat yang sebelumnya dimiliki telah hilang.

Di hadapan para jemaah, Kiai Ghazi juga mengingatkan bahwa menjadi umat Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu nikmat terbesar yang patut disyukuri.