Potensi penurunan produksi tersebut, kata Mardiono, harus diantisipasi sejak awal. Pemerintah perlu memastikan petani tetap mendapatkan dukungan agar aktivitas pertanian tidak semakin terdampak kondisi musim.

Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono menyebut pihaknya terus mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengambil langkah yang diperlukan.

Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah pemenuhan sarana pertanian, terutama bagi daerah yang menghadapi keterbatasan air selama kemarau.

“Untuk membackup langkah-langkah di sektor pertanian itu nanti tidak mengalami penurunan, seperti bantuan apakah daerah-daerah yang butuh bantuan jenis traktor, pompa air dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurut Mardiono, bantuan sarana tersebut diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas di tengah kondisi kemarau panjang.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, Madura sebagai salah satu wilayah yang memiliki kontribusi terhadap ketahanan pangan perlu mendapat perhatian dan dukungan agar produksi pertaniannya tetap terjaga.

Langkah antisipasi, lanjut Mardiono, menjadi penting agar potensi penurunan produksi akibat kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi ketahanan pangan.

“Yang penting kita harus terus support supaya produksi pertanian di Madura tetap terjaga,” tegas Mardiono.(*)