MADURA SATU | MADURA – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, membagikan sejumlah catatan evaluasi usai menunaikan ibadah haji reguler 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Pengalaman tersebut ia peroleh secara langsung sebagai jemaah reguler sekaligus legislator yang membidangi urusan keagamaan dan penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam evaluasinya, Hj. Ansari menyoroti beberapa aspek pelayanan yang diterima jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci, mulai dari fasilitas penginapan hingga kualitas layanan pendukung lainnya.

Menurutnya, sejumlah hal perlu menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

"Saya menilai ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi agar pelayanan kepada jemaah haji Indonesia semakin baik dari tahun ke tahun," ujar Hj. Ansari dalam catatan evaluasinya.

ADVERTISEMENT

Salah satu perhatian utama adalah terkait fasilitas hotel yang ditempati jemaah Indonesia di Makkah dan Madinah.

Ia mengaku kondisi penginapan yang ditempatinya belum memberikan kesan sebagai hotel berbintang seperti yang selama ini dipahami sebagian masyarakat.

"Fasilitas hotel yang saya tempati tidak memberikan kesan sebagai hotel berbintang sebagaimana yang banyak dipersepsikan masyarakat," ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Hj. Ansari menilai perlunya evaluasi terhadap standar layanan akomodasi sekaligus transparansi informasi yang diberikan kepada calon jemaah haji sebelum keberangkatan.

Menurutnya, informasi yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat memiliki gambaran yang utuh mengenai fasilitas yang akan diterima selama menjalankan ibadah haji," katanya.

Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Hj. Ansari juga mengapresiasi berbagai layanan yang dinilai telah berjalan dengan baik selama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Ia melihat adanya upaya peningkatan pelayanan yang patut dipertahankan dan dikembangkan.

Menurutnya, keberhasilan sejumlah sektor pelayanan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dan seluruh pihak terkait dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Berbagai catatan yang disampaikan itu, lanjut Hj. Ansari, bukan semata-mata kritik, melainkan masukan konstruktif untuk penyempurnaan sistem penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

"Saya berharap berbagai pengalaman yang dirasakan langsung oleh jemaah dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi meningkatkan kualitas pelayanan haji Indonesia," tuturnya.(*)