MADURA SATU | JAKARTA - Karya sastra Indonesia kembali mencuri perhatian dunia internasional setelah novel Mountains More Ancient (Sapaan Sang Giri) karya Isna Marifa berhasil masuk dalam daftar pendek penghargaan sastra perempuan bergengsi, Chommanard International Women’s Literary Award 2026.

Penghargaan tersebut merupakan ajang sastra yang diperuntukkan bagi penulis perempuan dari kawasan Asia, termasuk negara-negara ASEAN, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan. Ajang ini menilai karya berdasarkan kualitas sastra, relevansi budaya, serta dampak sosial yang dihasilkan.

Pengumuman pemenang rencananya akan digelar pada malam penganugerahan yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 3 April 2026 mendatang.

Masuknya karya Isna Marifa dalam daftar pendek menjadi pencapaian penting bagi sastra Indonesia, sekaligus mempertegas eksistensi penulis perempuan Indonesia di panggung global.

Dalam pernyataannya, Isna Marifa mengaku tidak menyangka karyanya bisa bersaing dengan penulis internasional lainnya dalam ajang tersebut.

ADVERTISEMENT

Ia menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut yang dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap kisah yang diangkat dalam novelnya.

“Saya sangat bersyukur Mountains More Ancient masuk daftar pendek Chommanard Award. Rasanya seperti mimpi disebut dalam satu daftar bersama para penulis yang begitu mumpuni,” ujarnya.

Keberhasilan ini menambah catatan prestasi sastra Indonesia, setelah sebelumnya Ratih Kumala meraih penghargaan serupa lewat novel fenomenalnya, Gadis Kretek.