“Kami juga menemukan Just Mild dan Just Full jenis SKM isi 20 yang beredar tanpa pita cukai sama sekali,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan pajak serta menciptakan ketimpangan dalam persaingan usaha di industri rokok.

Iwan turut meminta adanya evaluasi terhadap kinerja petugas Bea Cukai di wilayah Madura yang dinilai tidak maksimal dalam pengawasan.

“Kami menduga ada pembiaran terhadap praktik ini. Karena itu, kami minta evaluasi menyeluruh terhadap pegawai Bea Cukai di Madura,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa mengaku tidak ditemui oleh pihak Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I. Kondisi ini memicu kekecewaan dari para demonstran.

ADVERTISEMENT

“Tidak ada satu pun perwakilan yang menemui kami. Ini sangat kami sesalkan,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, massa memastikan akan membawa persoalan ini ke tingkat pusat apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

“Kami akan lanjut ke Direktorat Jenderal Bea Cukai RI, Kementerian Keuangan, hingga KPK di Jakarta jika tidak ada respons,” pungkasnya. (*)