MADURA SATU | JAKARTA - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyampaikan kemarahannya terhadap alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas, yang pernyataannya viral di media sosial.

Ucapan Tyas yang berbunyi, “cukup aku saja yang WNI, anakku jangan”, dinilai menyakitkan dan merendahkan bangsa sendiri.

Video tersebut memperlihatkan Tyas menunjukkan dokumen resmi yang menyatakan anaknya telah berstatus warga negara Inggris.

Pernyataan itu kemudian menuai gelombang kritik dari publik karena dianggap tidak mencerminkan sikap nasionalisme, terlebih ia pernah menempuh pendidikan dengan dana beasiswa yang bersumber dari negara.

Mahfud secara terbuka mengaku geram saat mendengar pernyataan tersebut. Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya.

ADVERTISEMENT

“Saya mendengar itu marah. Itu bertentangan dengan prinsip yang selalu saya katakan, yaitu jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Sepertinya dia lelah ini.” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan seseorang tidak bisa dilepaskan dari kontribusi negara.

“Saya marah orang lalu tidak suka kepada Indonesia. Padahal dia sendiri mendapatkan kenikmatan karena Indonesia, lalu dia melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah dan menyakitkan bagi kita,” tegasnya.

Sorotan publik turut mengarah pada suami Tyas, Arya Pamungkas Irwantoro, yang juga tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP.

Arya dikenai kewajiban mengembalikan dana pendidikan karena tidak kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.

ADVERTISEMENT

Namun, sanksi tersebut disebut tidak berkaitan dengan video yang dibuat istrinya, melainkan karena pelanggaran kontrak beasiswa.

Meski mengecam keras pernyataan tersebut, Mahfud menilai polemik ini juga harus menjadi bahan introspeksi pemerintah.

Meski mengecam keras pernyataan tersebut, Mahfud menilai polemik ini juga harus menjadi bahan introspeksi pemerintah.