MADURA SATU | SURABAYA - Gerakan Pramuka Jawa Timur memperkuat peran kemanusiaannya dengan menggagas program inovatif berupa Mobil Dapur Umum Layanan Masyarakat.

Program ini dirancang sebagai solusi cepat dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi warga terdampak bencana di berbagai wilayah.

Inisiatif tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya kompleksitas penanganan bencana, baik alam maupun nonalam, yang kerap memicu kendala distribusi logistik, khususnya makanan siap saji bagi para penyintas.

Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka Jawa Timur, Yusya Giri Pangestu, menjelaskan bahwa mobil dapur umum ini akan beroperasi sebagai unit layanan bergerak yang mampu menjangkau lokasi terdampak secara cepat, termasuk daerah terpencil dan sulit diakses.

“Selama ini, tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan distribusi makanan dalam waktu cepat. Dengan mobil dapur umum ini, Pramuka bisa langsung hadir di titik terdampak dan menyediakan makanan yang layak, higienis, dan bergizi bagi masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan, konsep dapur umum bergerak tersebut dirancang tidak hanya mengutamakan kecepatan, tetapi juga fleksibilitas serta kemandirian operasional di lapangan.

“Mobil ini akan dilengkapi peralatan memasak lapangan, sistem penyimpanan bahan makanan, serta perlengkapan pendukung lainnya, sehingga proses memasak bisa dilakukan langsung di lokasi bencana,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memangkas waktu distribusi bantuan yang selama ini sering terhambat jalur logistik konvensional saat kondisi darurat.

“Dengan sistem ini, distribusi bantuan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur logistik yang rawan terhambat. Ini akan meningkatkan efektivitas penanganan kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusya menambahkan bahwa program ini juga memiliki dimensi edukatif bagi anggota Pramuka, khususnya dalam penguatan keterampilan lapangan.

ADVERTISEMENT

“Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter. Anggota Pramuka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam membantu masyarakat saat krisis dengan keterampilan yang terukur,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut akan melibatkan seluruh unsur Pramuka di Jawa Timur, mulai dari tingkat daerah hingga gugusdepan, serta menggandeng berbagai pihak.

“Kami akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi kebencanaan, dan berbagai pemangku kepentingan agar program ini berjalan optimal,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Kwartir Daerah Jawa Timur tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan mobil dapur umum dapat beroperasi secara aman dan efektif.

“SOP ini mencakup aspek keamanan pangan, kebersihan, distribusi, hingga manajemen relawan, sehingga layanan tetap sesuai prinsip kemanusiaan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Program ini rencananya akan menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pramuka Jawa Timur guna mematangkan konsep dan strategi implementasi.

“Rakerda akan menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan peran antarwilayah serta memperkuat komitmen bersama agar program ini berjalan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia berharap, program Mobil Dapur Umum Layanan Masyarakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga model layanan kemanusiaan berbasis komunitas yang bisa diterapkan di berbagai daerah.

“Dengan semangat gotong royong, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, menjadi garda terdepan dalam membantu sesama, serta memperkuat ketangguhan menghadapi bencana,” pungkasnya.(*)