“Dengan sistem ini, distribusi bantuan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur logistik yang rawan terhambat. Ini akan meningkatkan efektivitas penanganan kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusya menambahkan bahwa program ini juga memiliki dimensi edukatif bagi anggota Pramuka, khususnya dalam penguatan keterampilan lapangan.

“Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter. Anggota Pramuka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam membantu masyarakat saat krisis dengan keterampilan yang terukur,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa program tersebut akan melibatkan seluruh unsur Pramuka di Jawa Timur, mulai dari tingkat daerah hingga gugusdepan, serta menggandeng berbagai pihak.

“Kami akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi kebencanaan, dan berbagai pemangku kepentingan agar program ini berjalan optimal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaannya, Kwartir Daerah Jawa Timur tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan mobil dapur umum dapat beroperasi secara aman dan efektif.

“SOP ini mencakup aspek keamanan pangan, kebersihan, distribusi, hingga manajemen relawan, sehingga layanan tetap sesuai prinsip kemanusiaan,” tambahnya.

Program ini rencananya akan menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pramuka Jawa Timur guna mematangkan konsep dan strategi implementasi.