MADURA SATU | BANGKALAN - Aksi pencurian ternak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bangkalan. Seekor sapi milik warga lanjut usia di Dusun Janteh Barat, Desa Janteh, Kecamatan Kwanyar dilaporkan hilang pada Rabu (16/4/2026) dini hari, sebelum akhirnya berhasil ditemukan oleh aparat kepolisian di lokasi berbeda.

Peristiwa tersebut menimpa Hosan (81), warga setempat, yang pertama kali menyadari kehilangan sapinya sekitar pukul 04.00 WIB saat hendak memberi pakan. Saat itu, ia mendapati kandang dalam kondisi kosong tanpa tanda-tanda keberadaan ternaknya.

“Saya kaget sekali, begitu sampai di kandang sapinya sudah tidak ada. Langsung saya panggil keluarga untuk memastikan,” ujar Hosan dengan nada cemas.

Kejadian tersebut diduga kuat merupakan aksi pencurian, mengingat berlangsung saat kondisi lingkungan masih sepi dan minim aktivitas warga. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pemerintah desa setempat untuk ditindaklanjuti.

Kepala Desa Janteh, Sultoni Azizur Rohman, membenarkan adanya laporan kehilangan sapi milik warganya tersebut. Ia menyebut, informasi awal kemudian berkembang setelah adanya laporan mencurigakan dari wilayah lain.

ADVERTISEMENT

“Pagi harinya sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 WIB, kami mendapat kabar terkait rencana transaksi sapi yang mencurigakan. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh aparat,” jelasnya.

Penelusuran dilakukan oleh aparat kepolisian yang menerima informasi adanya dugaan transaksi sapi hasil curian di wilayah Kecamatan Galis pada malam harinya. Tim langsung bergerak cepat untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut.

Hasilnya, petugas berhasil menemukan seekor sapi yang diduga kuat merupakan hasil curian sebelum sempat diperjualbelikan. Sapi tersebut kemudian diamankan untuk dilakukan proses identifikasi.

“Setelah dicek, benar bahwa sapi itu milik warga Desa Janteh. Kami sangat terbantu dengan respons cepat dari pihak kepolisian,” tambah Sultoni.

Hosan mengaku bersyukur setelah sapinya berhasil ditemukan dan dikembalikan. Ia tak menyangka ternaknya bisa kembali dalam waktu relatif singkat setelah dilaporkan hilang.

ADVERTISEMENT

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur sapi saya bisa ditemukan kembali. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu,” ungkapnya.

Pemerintah desa berharap kasus ini tidak berhenti pada penemuan barang bukti saja, melainkan dapat dikembangkan untuk mengungkap pelaku dan kemungkinan adanya jaringan pencurian ternak yang lebih luas.

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penanganan lebih lanjut oleh penyidik.

“Kasus ini masih dalam proses pelaporan dan penyelidikan. Untuk detailnya belum bisa kami sampaikan saat ini,” ujarnya singkat.(*)

ADVERTISEMENT