“Budaya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang jati diri dan masa depan bangsa. Ketika generasi muda mulai peduli terhadap budaya daerahnya, maka di situlah kekuatan Indonesia akan semakin kokoh,” ujarnya.

Naghfir menuturkan bahwa Madura memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari bahasa, adat istiadat, kesenian, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat yang sarat filosofi. Potensi tersebut, kata dia, harus terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda.

Ia juga menegaskan bahwa budaya lokal harus menjadi identitas yang membanggakan, bukan sesuatu yang ditinggalkan karena perkembangan era globalisasi.

Menurutnya, budaya justru dapat menjadi kekuatan daerah dalam menghadapi tantangan zaman.

“Madura memiliki warisan budaya luar biasa. Tugas kita bersama adalah menjaga, merawat, dan mengenalkannya kepada dunia agar tidak hilang ditelan zaman,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Naghfir berharap penghargaan yang diterima Helmi dapat memotivasi generasi muda Madura untuk ikut berperan aktif dalam menjaga tradisi dan budaya daerah melalui pendekatan yang kreatif serta relevan dengan perkembangan digital saat ini.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga kebudayaan Nusantara agar tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai aslinya.

“Kami percaya, masa depan kebudayaan Indonesia ada di tangan generasi muda yang mau bergerak, peduli, dan berani menjaga akar budayanya sendiri,” ungkap Naghfir.