MADURA SATU | SUMENEP - Sosok pengasuh muda Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Muhammad Shalahuddin atau yang akrab disapa Lora Mamak, menjadi sorotan publik setelah kabar pernikahannya dengan putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mencuat ke permukaan.

Lora Mamak yang dikenal sebagai figur muda berpengaruh di lingkungan pesantren tersebut diketahui telah resmi mempersunting Inayah Wahid, putri Gus Dur.

Pernikahan ini mempertemukan dua latar belakang besar, yakni tradisi pesantren Madura dan keluarga tokoh nasional.

Informasi mengenai pernikahan tersebut dikonfirmasi oleh Mohammad Hosnan Nafie, yang juga bagian dari keluarga besar pesantren Annuqayah.

Ia menegaskan bahwa hubungan keduanya telah sah secara agama sejak awal tahun 2025.

ADVERTISEMENT

“Ning Inayah Wahid binti KH Abdurrahman Wahid menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak bin KH Abd Warits Ilyas,” ungkapnya, Selasa (7/5/2026).

Sebagai pengasuh muda, Lora Mamak selama ini dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan pembinaan santri di Pondok Pesantren Annuqayah. Namanya cukup dikenal di kalangan pesantren, khususnya di wilayah Madura.

KH Hosnan menjelaskan bahwa prosesi akad nikah berlangsung secara sederhana dan tertutup di kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Keduanya telah diakadkan pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah atau bertepatan dengan 22 Januari 2025, dengan wali nikah Umar Wahid,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa acara tersebut hanya dihadiri oleh keluarga inti kedua mempelai tanpa perayaan besar, sehingga tidak banyak diketahui publik saat itu.

ADVERTISEMENT

“Akadnya berlangsung khidmat dan sederhana, hanya keluarga inti saja yang hadir,” tambahnya.

Pasca pernikahan, Lora Mamak bersama istrinya sempat menerima kunjungan keluarga besar Gus Dur di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, dalam momen silaturahmi usai Idul Fitri 2026.

“Menyambut kunjungan keluarga besar almarhum KH Abdurrahman Wahid di PP Annuqayah Guluk-Guluk, sekaligus silaturahmi dua keluarga besar pasangan suami istri,” ujar KH Hosnan.

Pertemuan tersebut memperlihatkan eratnya hubungan kekeluargaan yang kini terjalin antara dua keluarga besar tersebut. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun mewarnai momen tersebut.

Di kalangan masyarakat pesantren dan warga Nahdlatul Ulama, sosok Lora Mamak kini semakin dikenal luas.

ADVERTISEMENT

Banyak pihak menilai pernikahan ini sebagai simbol bersatunya dua kekuatan besar dalam dunia keagamaan dan sosial di Indonesia.

Tak hanya itu, kabar bahagia ini juga ramai diperbincangkan di media sosial. Ucapan selamat dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari alumni pesantren, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.

Momentum ini sekaligus mengangkat nama Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk sebagai salah satu pusat pendidikan Islam berpengaruh yang melahirkan tokoh-tokoh muda potensial di Indonesia.(*)