“Keduanya telah diakadkan pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah atau bertepatan dengan 22 Januari 2025, dengan wali nikah Umar Wahid,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa acara tersebut hanya dihadiri oleh keluarga inti kedua mempelai tanpa perayaan besar, sehingga tidak banyak diketahui publik saat itu.

“Akadnya berlangsung khidmat dan sederhana, hanya keluarga inti saja yang hadir,” tambahnya.

Pasca pernikahan, Lora Mamak bersama istrinya sempat menerima kunjungan keluarga besar Gus Dur di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, dalam momen silaturahmi usai Idul Fitri 2026.

“Menyambut kunjungan keluarga besar almarhum KH Abdurrahman Wahid di PP Annuqayah Guluk-Guluk, sekaligus silaturahmi dua keluarga besar pasangan suami istri,” ujar KH Hosnan.

ADVERTISEMENT

Pertemuan tersebut memperlihatkan eratnya hubungan kekeluargaan yang kini terjalin antara dua keluarga besar tersebut. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan pun mewarnai momen tersebut.

Di kalangan masyarakat pesantren dan warga Nahdlatul Ulama, sosok Lora Mamak kini semakin dikenal luas.

Banyak pihak menilai pernikahan ini sebagai simbol bersatunya dua kekuatan besar dalam dunia keagamaan dan sosial di Indonesia.