MADURA SATU | SUMENEP - Komentar yang ditulis oleh akun TikTok bernama @Juan Kurniawan menuai reaksi keras dari kalangan jurnalis di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pernyataan tersebut dinilai telah merendahkan sekaligus mencoreng martabat profesi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

Kontroversi ini bermula dari unggahan akun TikTok Jatimkita.id yang membahas isu pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep.

Dalam kolom komentar unggahan tersebut, akun @Juan Kurniawan menuliskan pernyataan yang menyinggung sejumlah media yang disebut dikelola oleh Imam Musta’in Ramli bersama timnya.

Dalam komentarnya, akun tersebut menuding bahwa aktivitas pemberitaan yang dilakukan media tersebut hanya bertujuan memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR).

ADVERTISEMENT

“Pokoknya media yang dikelola Imam, Dayat Cs targetnya hanya nyari THR. Saya harap mitra SPPG lebih baik perbaiki kualitas menu daripada menyerah dan kasi LSM THR,” tulis akun TikTok @Juan Kurniawan di kolom komentar unggahan tersebut, seperti dikutip Madura Satu pada Selasa (10/3) malam.

Pernyataan tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang jelas dan dianggap telah merendahkan profesi wartawan yang selama ini bekerja sesuai kaidah jurnalistik.

Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep, Moh. Horri, menyatakan keberatannya terhadap komentar tersebut.