Menurut Suranta, pihak sekolah telah melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang sejak dua tahun lalu. Laporan dilakukan melalui sistem Dapodik disertai dokumentasi foto, serta penyampaian langsung ke dinas terkait.

“Informasi yang kami terima, tahun 2026 ini akan ada dana rehabilitasi. Namun hanya untuk satu ruang kelas,” tandasnya.

Diketahui, dari total lima ruang kelas yang dimiliki sekolah tersebut, dua ruang telah lama ambruk dan kini ditumbuhi pepohonan liar. Tiga ruang lainnya mengalami kerusakan berat dan hanya dua yang masih digunakan meski dalam kondisi memprihatinkan.

Suranta mengungkapkan, kerusakan sudah terjadi sejak awal dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada 2022.

“Sejak saya jadi kepala sekolah awal 2022, dua ruang kelas itu sudah rusak parah dan tidak ditempati. Kerusakan kemudian merembet ke ruang lainnya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

“Sejak saya jadi kepala sekolah awal 2022, dua ruang kelas itu sudah rusak parah dan tidak ditempati. Kerusakan kemudian merembet ke ruang lainnya,” jelasnya.