Tahapan dilanjutkan dengan proses pemilihan pasangan bakal calon pada 9–13 Oktober. Setelah itu, para kandidat mengikuti pengundian nomor urut dan penyampaian orasi pada 19 Oktober, kemudian debat antarkandidat pada 21 Oktober 2026.

Seluruh rangkaian tersebut berujung pada pemungutan suara yang digelar pada 24 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, sekolah menggunakan sistem e-voting berbasis perangkat elektronik dan server sehingga proses penghitungan suara dapat diketahui secara langsung.

Penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi dalam proses demokrasi sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa mengenai mekanisme pemilihan yang terstruktur.

Melalui tahapan seleksi, penyampaian visi dan gagasan, debat, hingga pemungutan suara, siswa tidak hanya belajar menentukan pilihan, tetapi juga memahami pentingnya proses yang tertib, kompetitif, dan bertanggung jawab.

Terpilihnya Narisa Kheyra Amalia dan Dievalca Fakhira Widhika kini menjadi awal bagi kepemimpinan OSIS yang baru. Keduanya diharapkan mampu menerjemahkan kepercayaan 557 pemilih menjadi program kerja yang berdampak positif, memperkuat budaya prestasi dan kedisiplinan, serta menjaga kebersamaan seluruh warga SMPN 1 Sampang.

ADVERTISEMENT

Kemenangan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang jumlah suara yang diraih, melainkan juga tentang tanggung jawab untuk membawa organisasi siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan bermanfaat bagi sekolah.(*)