Menurutnya, evaluasi internal diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah harus dijaga melalui profesionalisme serta komunikasi yang terbuka.

"Kami tidak sedang mencari konflik. Yang kami inginkan adalah penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik," ucap Wirya.

Ia juga kembali menekankan pentingnya kejujuran bagi setiap pejabat yang mengemban amanah di lembaga keuangan syariah.

"Tentunya kita makhluk yang hidup dalam berlandaskan aturan agama, apalagi Pimpinan BSN Surabaya bekerja di perbankan selalu menjual produk yang di bungkus dengan nilai-nilai syariah. Banyak orang sekarang takut kehilangan jabatan, harta, dan tahta mereka rela berbohong pada publik, sungguh sangat miris sekali," timpalnya.

Diberitakan sebelumnya, Pimpinan KC BSN Surabaya, Munawar Solihin, menyampaikan akan melakukan check and recheck atas keluhan yang disampaikan pihak developer terkait lambannya komunikasi serta proses appraisal. Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada penjelasan lanjutan yang disampaikan kepada publik.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Munawar Solihin maupun Pimpinan KCP BSN Pamekasan, Krisno Pradiatmoko, juga belum membuahkan respons.

Redaksi tetap memberikan ruang hak jawab kepada pihak BSN apabila ingin menyampaikan klarifikasi atau tanggapan atas berbagai pernyataan yang dimuat dalam pemberitaan ini. (*)